Masuk Kompleks Parlemen Senayan Harus Lewati Pemeriksaan Suhu Tubuh
jpnn.com, JAKARTA - Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI memberlakukan pemeriksaan suhu tubuh bagi siapa pun yang hendak memasuki Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (5/3). Pemeriksaan suhu tubuh itu merupakan antisipasi atas penyebaran virus corona (COVID-19).
Check point atau lokasi pemeriksaan suhu tubuh di Kompleks Parlemen Senayan itu tersebar di lima pintu masuk. Antara lain di dua gerbang untuk pengguna mobil, satu di pintu masuk sepeda motor, serta dua pos pemeriksaan bagi pejalan kaki.
Pengukuran suhu dilakukan menggunakan thermal scanner yang digenggam petugas pengamanan dalam (pamdal). "Hari ini kami sudah mengatifkan lima termoscan (pemindai suhu tubuh, red) di lima pintu utama akses masuk Kompleks Parlemen," kata Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar saat dikonfirmasi wartawan.
Menurut Indra, pengunjung dengan suhu tubuh lebih dari 37,5 derajat Celcius akan langsung ditangani bagian pelayanan kesehatan Setjen DPR. "Kami punya ruang untuk isolasi yang kami siapkan sebelum dirujuk ke RS yang sudah ditentukan," jelas Indra.
Tidak seorang pun luput dari pemeriksaan suhu tubuh di Kompleks Parlemen Senayan. Mulai pegawai, anggota DPR ataupun pengunjung biasa wajib menjalani pemeriksaan suhu tubuh.
Salah satu yang telah melewati pemeriksaan suhu tubuh adalah anggota DPR dari Fraksi PPP Achmad Baidowi. "Suhu saya 34 (derajat Celcius),” ujar Sekretaris Fraksi PPP itu kepada JPNN.Com.(fat/jpnn)
Setjen DPR memberlakukan pemeriksaan suhu tubuh bagi siapa pun yang hendak memasuki Kompleks Parlemen Senayan.
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam
- Waket Komisi VIII DPR-LDII Ingatkan Persoalan Kebangsaan Hadapi Tantangan Berat
- Pengamat Hardjuno Soroti Langkah DPR Memasukkan RUU Tax Amnesty ke Prolegnas 2024
- DPR Minta Kejaksaan Profesional di Sidang Praperadilan Tom Lembong
- KPK Incar Aset Anwar Sadad yang Dibeli Pakai Duit Kasus Korupsi Dana Hibah
- Siang Ini, DPR Pilih Lima Capim dan Cadewas KPK Pakai Mekanisme Voting
- Harapkan Semua Target Prolegnas 2025 Tercapai, Sultan Siap Berkolaborasi dengan DPR dan Pemerintah