Masyarakat Aborijin Kini Lebih Terbuka Terhadap Isu Kesehatan Mental

Hal ini memungkinkan dokter untuk mengatasi rujukan kesehatan mental bagi fasilitas tersebut.
"Hal ini juga memberi kami seseorang yang sadar akan kebutuhan budaya, telah bekerja di daerah ini dan memiliki kualifikasi untuk mengatakan kepada masyarakat, 'hei, jika Anda mengalami kesulitan merujuk, buatlah kami perhentian pertama bagi orang-orang Aborijin, karena kami memiliki keahlian," sebut David.
Ia mengatakan, butuh waktu lama untuk mendukung para stafnya melalui budaya, kejuruan, kesehatan mental dan pelatihan keterampilan keluarga.
Ia mengungkapkan, di samping proses yang panjang, ia berharap agar lebih banyak stafnya mendapatkan kualifikasi yang sama.
"Dalam jangka panjang, kami ingin melihat lebih banyak praktisi kesehatan mental kami melalui proses itu dan mendapat pengalaman itu, keterampilan bekerja dengan orang-orang Aborijin sehingga kami bisa memberikan manajemen kasus yang lebih, layanan klien yang lebih baik," utaranya.
Isu budaya jauhkan pasien dari dokter
David mengatakan, banyak orang Aborijin tidak berurusan dengan masalah kesehatan mental mereka karena mereka menolak untuk bertemu dokter kebanyakan.
Ia menyebut, banyak orang mencari perawatan yang sesuai dengan budaya, dari praktisi yang memahami penyebab masalah kesehatan mental bagi orang Aborijin.
Menurut laporan lembaga kesehatan di Australia Selatan, komunitas Aborijin dan Selat Torres menjadi semakin nyaman untuk membahas tentang kesehatan
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana