Masyarakat Harus Saling Memaafkan, tetapi Negara Juga Wajib Hadir

“Saya sangat sepakat dengan para pemuka agama dan tokoh masyarakat yang menyatakan perdamaian dan saling memaafkan. Namun negara juga harus hadir untuk menciptakan kenyamanan dan kesetaraan beragama dan berbudaya di antara sesama warga negara,” kata Martin.
Lebih lanjut Martin mengatakan agar negara juga melakukan peran preventif. “Bibit-bibit yang mengeksploitasi sentimen suku, agama dan ras sejak awal harus dipadamkan. Jangan ada pembiaran sehingga membesar,” ujar Martin.
“Bila terjadi pelanggaran hukum, negara juga harus menciptakan kesetaraan perlakuan kepada siapapun dan dari kelompok manapun. Hal ini untuk menghindari kesan bahwa ada perbedaan perlakuan antarkelompok masyarakat,” pungkas Martin Manurung. (dil/jpnn)
Persatuan Indonesia kembali diuji dengan beberapa kejadian bernuansa SARA yang membuat kegaduhan sesama anak bangsa.
Redaktur & Reporter : Adil
- Prajurit TNI Temukan Ladang Ganja di Pegunungan Papua
- NasDem Menghormati Jika Jokowi Pilih Gabung PSI
- Tokoh Agama Minta Masyarakat Papua Tak Terprovokasi Isu Pelanggaran HAM
- Kejaksaan Sita Rp 1,5 M Duit Panas PON Papua, Nixon Bidik Pejabat Negara
- Membangun Tanah Papua dengan Adat
- Menu MBG untuk Anak Papua Viral, Tuai Pujain Warganet