Mau Cari Makan untuk Sahur, Jurnalis Detikcom Dikeroyok Sampai Babak Belur

Suki berupaya mencari pertolongan dengan masuk ke halaman Bank NISP di Jalan Ciliwung. "Saya memutuskan ke sana karena melihat ada petugas sekuriti yang tengah berjaga," lanjut Suki.
Ternyata kedua pelaku tetap memburu Suki, bahkan ikut ke Bank NISP. Setelah memarkir sepeda motor, pelaku menghajar korbannya.
Menurut Suki, dirinya dipukuli, ditendang, dan terus dipaksa mengakui perbuatan yang tidak pernah dilakukannya.
"Tuduhan menabrak itu terus diucapkan. Saya juga dipaksa membayar ganti rugi Rp 200 ribu," kata Suki.
Namun, Suki hanya punya uang Rp 100 ribu di dalam dompetnya. Tanpa berpikir panjang, dia menyerahkan duit yang tersisa itu kepada pelaku.
Suki menduga pelaku tidak hanya dua orang yang berboncengan. "Sepintas saya melihat dua motor. Pertama berboncengan, satunya lagi seorang," ucapnya.
Tindak kekerasan terhadap Suki itu terekam video. Menurutnya, ada petugas sekuriti Bank NISP yang merekam peristiwa tersebut.
"Menurut petugas sekuriti bank ada empat orang yang mengeroyok saya, salah satunya berboncengan tiga. Dia tidak berani melerai atau memberikan pertolongan saat saya dikeroyok," pungkas Suki.(mcr12/jpnn)
Video Terpopuler Hari ini:
Seorang wartawan bernama Suki mengaku ditendang, dipukuli, dan dipaksa mengakui telah menabrak orang yang mengeroyoknya.
Redaktur & Reporter : Arry Saputra
- Satpol PP Surabaya Temukan 2 RHU Jual Miras saat Ramadan
- KAI Daop 8 Tes Narkoba Kepada 100 Pekerja, Ini Hasilnya
- Info Penting, Masyarakat Surabaya Harap Lakukan Ini Sebelum Mudik Lebaran 2025
- Teror Kepala Babi untuk Jurnalis Tempo, Hasan Nasbi: Dimasak Saja
- TB Hasanuddin Tegaskan Kebebasan Pers Harus Dilindungi, Intimidasi Tak Bisa Ditolerasi
- Aksi Demo Tolak Pengesahan RUU TNI: Wartawan Dipukuli, Massa Aksi Rusak Rumah Makan