Mau Masuk Kandang PPP DKI, Ganjar Pranowo Diadang Pendekar Betawi

“Tak (saya) pikir tadi marah benaran, lho. Makasih, ya,” ucapnya sembari menyalami pendekar Betawi yang menyambutnya.
Sambutan untuk Ganjar tidak hanya palang pintu. Ada pula hadrah yang mengiringi kedatangannya di DPW PPP DKI.
Menurut Ganjar, dirinya selalu memperhatikan kesenian khas di daerah yang dikunjunginya. Menurut dia, selalu ada hal menarik yang ditunjukkan seniman daerah.
“Hari ini kami di Jakarta dan disambut dengan penampilan para pesilat Betawi. Ternyata ada tradisi yang luar biasa dari masyarakat Betawi yang masih dilestarikan sampai sekarang," katanya.
Ganjar dikenal sebagai sosok yang peduli seni dan budaya. Tidak jarang pria kelahiran 28 Oktober 1968 itu juga ikut tampil bersama para seniman, misalnya bersilat saat kunjungan di Banten, memainkan angkjlung ketika menyambangi Saung Angklung Mang Udjo di Bandung, menari topeng ketika bersafari di Cirebon, bahkan pernah ikut bermain barongsai dan memainkan lakon di ketoprak.
Selama dua periode memimpin Jateng sejak 2013, Ganjar juga menyediakan anggaran khusus untuk pengembangan seni dan tradisi di berbagai kabupaten/kota di wilayahnya.
Menurut Ganjar, tradisi perlu dilestarikan dan dikembangkan. Oleh karena itu, Ganjar menegaskan para seniman harus diberi ruang seluas-luasnya untuk terus berkarya.
Lebih lanjut Ganjar mengutip salah satu ajaran Trisakti yang digagas Bung Karno, yakni berkepribadian dalam kebudayaan.
Para pendekar Betawi dengan celana komprang, peci, sarung dilingkarkan di leher, dan golok terselip di sabuk kulit menghentikan langkah Ganjar Pranowo.
- Megawati Soekarnoputri Titip Salam ke Prabowo Lewat Didit
- Sejumlah Tokoh Datangi Rumah Megawati di Hari Raya, Anak Buah Prabowo Ikut Hadir
- Peringati HUT ke-25 BMI, Bung Vino Berkomitmen Rekrut Generasi Muda untuk Besarkan PDIP
- Innalillahi, Ketua DPP PDIP Nusyirwan Meninggal Dunia
- Mardiono Tegaskan Pentingnya Kebersamaan dalam Kegiatan Bukber Kader PPP
- Guntur Romli Tuduh KPK Pakai Cara Kotor untuk Ganggu Pembelaan Hasto