Mbah Mijan Happy, Orang Sakti Geli

“Aksi Rara sukses menyedot perhatian dunia," bebernya.
Mbah Mijan pun menyarankan ritual semacam itu bisa dilibatkan kembali di acara skala internasional lainnya.
Paranormal 37 tahun itu mengingatkan kegiatan seperti pawang hujan harus dikemas rapi agar lebih menarik di mata penonton.
"Mbah menyarankan, jika ada acara lagi sekelas MotoGP dan ingin melibatkan ritual semacam itu, sebaiknya dikemas rapi, agar jadi daya tarik tersendiri," tutur Mbah Mijan.
Sementara itu, pegiat ilmu kebatinan asal Bali, Jro Paksi Penyumbu Ring Perepan Sari punya pandangan berbeda tentang aksi Mbak Rara.
"Saya Jro Paksi Penyumbu Ring Pererepan Sari sangat geli dan ingin ketawa," ujar Jro Paksi saat dimintai tanggapan atas aksi viral Mbak Rara.
Jro Paksi menyinggung kode etik pawang hujan yang sejatinya untuk upacara keagamaan atau persembahan.
"Semua yang berpacu di Sirkuit Mandalika adalah Kuda Besi, logikanya tidak perlu ada pawang hujan. Mereka (pelaku MotoGP) sudah tahu ban motor yang harus dipakai saat hujan atau panas," tuturnya.
Mbah Mijan pun menyarankan ritual semacam itu bisa dilibatkan kembali di acara skala internasional lainnya.
- Tiket MotoGP Indonesia Sudah Bisa Dibeli, Harga Mulai Rp 25 Ribu
- MotoGP Indonesia 2025 Digelar Oktober, Tiket Harga Khusus Sudah Tersedia, Buruan!
- Jadwal MotoGP 2025: Melintasi 18 Negara, Termasuk Indonesia
- Jadwal MotoGP 2025, Terbesar Dalam Sejarah
- Ini Makna Logo Baru MotoGP
- Berkat Ini Penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2024 dan HUT TNI Berjalan Lancar