Mbak Dian Cantik Ini Dulu PNS, Kini Sukses jadi Pengusaha

Meski tidak lagi beraktivitas di kantor, setelah hijrah ke Jakarta, perempuan yang kini tinggal di kawasan Kebayoran, Jakarta Pusat, ini berusaha mencari kesibukan. Nah, kerja sampingan menjadi reseller tas saat masih kerja di Setda Ngawi dulu dilanjutkan saat sudah menetap di ibu kota.
‘’Saya manfaatkan Facebook untuk jualan. Lumayan, waktu itu bisa jual puluhan tas setiap harinya,’’ ujar ibu satu anak ini.
Dari reseller akhirnya Dian mampu memproduksi tas sendiri. Namun, bisnis yang menyasar segmen pasar menengah ke bawah itu hanya bertahan dua tahun. ‘’Saingannya mulai banyak, jadi semakin susah untuk menjual,’’ ungkapnya.
Meski begitu, Dian tak gampang menyerah. Jebolan Jurusan Manajemen Universitas Soeryo Ngawi ini lantas membidik produksi busana muslimah dan hijab syar’i. Pilihan itu berbuah manis. Produk hasil rancangannya yang diberi brand Kameela Hijabku bisa diterima pasar.
‘’Sebenarnya saya juga tidak menyangka (usaha konveksi) bisa besar seperti ini. Padahal, awalnya itu saya cuma iseng-iseng saja membuat desain baju,’’ akunya.
Kemampuan Dian merancang busana dipelajari secara otodidak. Berawal dari kebiasaannya belanja baju syar’i secara online dan juga seringnya melihat acara fashion show yang diselenggarakan di dalam dan di luar negeri menambah referensinya dalam mendesain baju.
‘’Awalnya masih sederhana banget. Bikin desainnya juga suka-suka. Kalau menurut saya itu bagus, ya sudah diserahkan ke konveksi untuk diproduksi. Laku tidaknya terserah pasar,’’ paparnya.
Siapa sangka dari sekadar iseng itu, sekarang Dian memiliki usaha konveksi cukup besar yang berpusat di Tangerang. Dibantu 18 orang penjahit, dalam sehari Dian mampu memproduksi sekitar 150 baju dan 300 hijab. Pasarnya pun sudah merambah mancanegara seperti Taiwan, Hong Kong, dan Qatar.
Tidak gampang menyerah menjadi kunci kesuksesan Dian Nurulita menjadi seorang pengusaha busana brand Kameela Hijabku, dulunya abdi negara alias PNS.
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara