Mbak Ida jadi Tersangka Video Adegan Dewasa Tokoh Masyarakat

jpnn.com, TIMIKA - Masyarakat Kabupaten Mimika, Papua, pada pertengahan Agustus 2020 dihebohkan dengan beredarnya video adegan orang dewasa tokoh Suku Kamoro inisial MM dengan seorang perempuan berinisial AZDB alias Ida (23).
MM merupakan mantan anggota DPRD Mimika periode 2004-2009. Kasus ini ditangani Polda Papua.
Penyidik Subdit V Siber Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Polda Papua hingga kini baru menetapkan satu orang sebagai tersangka kasus video adegan dewasa yang sempat viral di Kabupaten Mimika pada 11 Agustus lalu.
Kabid Humas Polda Papua Komisaris Besar Polisi Ahmad Musthofa Kamal yang dihubungi dari Timika, Sabtu (19/9_, mengatakan tersangka kasus video mesum tersebut atas nama AZHB alias Ida (23).
Berkas perkara tersangka Ida akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Papua dalam waktu dekat untuk diteliti lebih lanjut.
Jika berkas perkara tersangka Ida dinyatakan lengkap maka penyidik akan melanjutkan dengan pelimpahan tahap dua yaitu tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan.
"Kami terus melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus ini. Sejauh ini penyidik telah memeriksa dua orang saksi yang merupakan admin dua grup whatsapp yang menyebarkan video tersebut. Saat ini penyidik masih mendalami dugaan keterlibatan pelaku lainnya," ujar Kombes Kamal.
Kasus video adegan dewasa berdurasi 58 detik yang tersebar pada empat grup whatsapp di Kota Timika pada Selasa (11/8) malam yaitu Grup Pesparawi, Grup Papua Penuh Damai (Papeda), Grup Pemda Mimika dan Grup Papua dan Solusi dilaporkan oleh korban berinisial MM ke Polres Mimika.
Polda Papua menetapkan Mbak Ida sebagai tersangka kasus video adegan dewasa yang melibatkan tokoh masyarakat.
- Wamendagri Ribka Haluk Apresiasi Kinerja Pansel DPRP Papua Tengah
- Bupati Pegunungan Bintang Harap Anggaran yang Kena Efisiensi Bisa Dikembalikan
- Yan Mandenas Minta MBG dan Pendidikan Gratis Jangan Dibenturkan
- Ratusan Pelajar di Wamena Demo Tolak Program Makan Bergizi Gratis
- Berulah Lagi, KKB Bakar Gedung SMP di Papua Tengah
- Dana Otsus Papua 2025, Supiori Kebagian Rp 101 Miliar