Mbak Meutya Minta Menhan dan Panglima TNI Duduk Bersama

jpnn.com - jpnn.com - Wakil Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid meminta Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo duduk bersama melakukan sinkronisasi aturan dan kebijakan yang melibatkan Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI.
Permintaan Mutya menyusul keluhan Jenderal Gatot dalam rapat kerja di Komisi I DPR, Senin (6/2) yang merasa kewenangannya sebagai Panglima TNI dipangkas oleh Kementerian Pertahanan. Yakni terkait Peraturan Menteri Pertahanan (Permenhan) Nomor 28 Tahun 2015 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Pertahanan Negara.
"Komisi I lebih meminta kepada Menhan dan Panglima TNI untuk duduk bersama melakukan sinkronisasi peraturan-peraturan dan tidak boleh ada yang melanggar undang-undang," ujar Meutya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/2).
Sejauh ini, Komisi I DPR yang membidangi pertahanan dan intelijen belum bersikap soal Permenhan Nomor 28/2015 itu. Sebab, masih ada sinkronisasi soal peraturan itu.
Namun, politikus Partai Golkar itu menegaskan, jika antara Kemenhan dan Mabes TNI sudah menuntaskan sinkronisasi maka hasilnya akan diserahkan ke Komisi I DPR. "Dilaporkan kepada kami dan kita akan agendakan rapat khusus terkait itu," pungkasnya.(dna/JPG)
Wakil Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid meminta Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo duduk bersama melakukan
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Telkomsel Siap Berburu Frekuensi 700 MHz & 2,6 GHz
- Laksdya TNI Erwin S Aldedharma Berpeluang Jadi Panglima TNI
- TNI Kerahkan 66.714 Personel untuk Bantu Amankan Arus Mudik Lebaran 2025
- Sambut Hari Raya Idulfitri 2025, Panglima TNI Membuka Bazar Murah Demi Kesejahteraan Prajurit dan PNS
- Panglima TNI Serahkan Paket Sembako Kepada Prajuritnya Menjelang Idulfitri 1446 H
- Ribuan Tentara Terimbas UU Baru TNI, Harus Pensiun atau Ditarik ke Barak Lagi