Mbak Puan: Pemimpin Harus Pegang Teguh pada Nilai-nilai Pancasila

jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan pemimpin bangsa baik saat ini maupun ke depannya harus memegang teguh nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945.
Menurut dia, nilai-nilai yang harus menjadi pedoman itu adalah ketuhanan, kebangsaan, kemanusiaan, demokrasi dan keadilan sosial.
“Baik Bung Karno maupun Bapak Taufiq Kiemas telah mewariskan nilai-nilai yang sangat penting bagi bangsa ini. Nilai-nilai itulah yakni ketuhanan, kebangsaan, kemanusiaan, demokrasi dan keadilan sosial yang harus dipegang teguh oleh pemimpin bangsa ini, siapa pun itu,” ujar Puan.
Hal itu dikatakan Puan pada Peringatan Bulan Bung Karno 2020 dan 7 Tahun Wafatnya DR. (H.C) HM Taufiq Kiemas melalui Ceramah, Pembacaan Surat Yasin, dan Tahlilan Berjemaah secara virtual di Jakarta, Senin (8/6).
Puan mengatakan Bung Karno dan Taufiq Kiemas juga telah menunjukkan bahwa persatuan bangsa yang beragam ini adalah hal yang lebih penting dari apa pun.
Menurut dia, kedua tokoh itu bisa diterima oleh semua komponen bangsa sehingga persatuan nasional bisa terwujud dengan sebenar-benarnya. Demikian juga dengan gotong royong yang merupakan inti sari dari Pancasila, hanya bisa diwujudkan melalui persatuan seluruh anak bangsa.
“Bung Karno maupun Bapak Taufiq telah menunjukkan perjuangan luar biasa dalam mempersatukan bangsa,” katanya.
Selain Puan, berbagai tokoh lain juga turut mengisi acara tersebut. Mereka antara lain Ketua Umum PP Muhammadiyah K.H. Haedar Nashir, Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo serta Ketua Umum PP Bamusi Hamka Haq.(boy/jpnn)
Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan pemimpin bangsa baik saat ini maupun ke depannya harus memegang teguh nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945.
Redaktur & Reporter : Boy
- Peringatan Hari Kartini Momentum Meningkatkan Harkat dan Martabat Kaum Perempuan
- Mbak Puan Sentil Israel soal Serangan di Palestina
- Bamsoet Prihatin Muruah Pengadilan Rusak Akibat Rentetan Kasus Melibatkan Hakim
- Sarmuji: Golkar Pastikan Hadir Jika Pemerintah Ajak Diskusi Soal RUU Perampasan Aset
- Prabowo Ingin Hapus Kuota Impor, Riyono Komisi IV: Demi Memberikan Ruang Keadilan
- Hakim Terseret Kasus Suap, Legislator Minta MA Membenahi Sistem Promosi Jabatan