Mega-Anwar
Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Sulit menemukan jejak Bung Karno pada pidato-pidato Megawati.
Tidak ada referensi yang dikutip, dan tidak terlihat visi yang bisa menjadi haluan untuk menghadapi kompleksitas persoalan global yang dihadapi Indonesia.
Datuk Anwar Ibrahim hanya berbicara setengah jam. Rasanya terlalu pendek. Andai dia berbicara selama 2 jam pun audiens akan tetap mendengarkan dengan penuh perhatian.
Khazanah pemikiran Anwar sangat luas. Dia mengutip banyak tokoh besar, mulai dari Al-Ghazali, Ibnu Sina, Ibnu Rusydi dan perdebatan antara iman dan filsafat dalam ‘’Tahafut al-Falasifah’’.
Anwar mengutip Keynes dan Fukuyama, juga Ortega Y. Gasset. Anwar mengutip Iqbal dan juga T.S Eliot.
Anwar mengutip Sutan Takdir Alisjahbana, Hamka, Armin Pane, sampai Soedjatmoko.
Anwar menunjukkan kualitas kepemimpinannya yang visioner yang bisa menjadi panduan dalam menghadapi kompleksitas persoalan yang dihadapi bangsa-bangsa Asia Tenggara.
Anwar menuangkan pandangan-pandangannya itu sejak 1996 melalui bukunya ‘’The Asia Rennaissance’’.
Ada yang memuji-muji Anwar dan mengkritisi Mega. Akan tetapi banyak juga yang membela Mega dan menganggap pidatonya berbobot.
- Megawati Soekarnoputri Titip Salam ke Prabowo Lewat Didit
- Sejumlah Tokoh Datangi Rumah Megawati di Hari Raya, Anak Buah Prabowo Ikut Hadir
- Peringati HUT ke-25 BMI, Bung Vino Berkomitmen Rekrut Generasi Muda untuk Besarkan PDIP
- Innalillahi, Ketua DPP PDIP Nusyirwan Meninggal Dunia
- Guntur Romli Tuduh KPK Pakai Cara Kotor untuk Ganggu Pembelaan Hasto
- Soal Restu PDIP untuk Junimart Jadi Dubes RI, Deddy: Silakan Tanya ke Mbak Puan