Megawati Memperingatkan Seluruh Kader PDIP, Keras Banget!

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019 Fahri Hamzah mengatakan Indonesia sebenarnya menerapkan sistem presidensial dalam berdemokrasi.
Dalam sistem itu, kata dia, partai politik tidak mengenal koalisi seperti lazim terjadi dalam sistem parlementer.
"Kalau parlementer ada koalisi, pembentukan koalisi itu identik dengan pembentukan the rulling majority dalam parlementer," kata Fahri.
Dia menyatakan sistem presidensial itu rakyat memilih pemimpin di lembaga eksekutif secara langsung. Begitu pula di sektor legislatif yang dipilih langsung rakyat.
Baca Juga: Sebelum Dirumahkan, Honorer Masih Punya Waktu Mencari Pekerjaan Lain
Dengan begitu, kata Fahri, setiap legislator dalam sistem presidensial bertugas sebagai oposisi bagi pemerintahan untuk menjalankan fungsi pengawasan, bukan bekerja sebagai pendukung lembaga eksekutif.
"Sebenarnya tidak boleh berkoalisi di dalam sistem presidensial karena itu artinya persekongkolan," ujar Fahri. (ast/fat/jpnn)
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri memperingatkan kader PDIP saat pembukaan rakernas partai itu pada Selasa (21/6).
Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Aristo Setiawan
- Megawati Soekarnoputri Titip Salam ke Prabowo Lewat Didit
- AHY Jawab Begini Ditanya Pertemuan Prabowo, SBY, dan Megawati
- Versi Pimpinan MPR Silaturahmi Putra Prabowo kepada Megawati Bikin Politik Jadi Teduh
- Waka MPR Sebut Inisiatif Putra Prabowo Temui Megawati Meneduhkan Dinamika Politik
- Simak Penilaian Gibran tentang Didit Prabowo, Begini
- Didit Jadi Penyambung Hubungan Prabowo Subianto dan Megawati