Mei, Inter Milan Sambangi Indonesia
Selasa, 31 Januari 2012 – 10:32 WIB

CEO Inter Milan Ernesto Paolillo (kedua kiri) bersama dengan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin (kedua kanan), CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo (kiri) dan promotor Inter Milan ke Indonesia, Entong Nursanto (kanan) saat mengumumkan secara resmi perihal kedatangan tim Serie A Italia, Inter Milan di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, 30 Januari 2012. FOTO : HENDRA EKA/JAWA POS
Pemain itu antara lain Wesley Sneijder (Gelandang tim Belanda, Thiago Motta (Gelandang-Italia), Giampaolo Pazzini (Striker-Italia), dan Andrea Ranocchia (bek-Italia). "Mereka tentu akan mengikuti persiapan yang dilakukan oleh timnas masing-masing. Karena itu kami tidak bisa membawa mereka," terangnya.
Baca Juga:
Kendati demikian, lelaki 66 tahun tersebut menjami bahwa pemain dengan nama besar yang berasal dari Amerika Latin akan tetap datang. Dia tidak ingin mengecewakan para penggemar Inter Milan di Indonesia karena jumlah fansnya termasuk yang terbanyak, mencapai sekitar 13 ribuan fans.
Selain pemain asal Amerika Latin, Inter Milan juga akan membawa serta pemain baru yang bakal direkrut untuk musim depan dan pemain Asia mereka, Yuta Nagatomo, asal Jepang.
Bukan hanya itu, mereka juga sedang membicarakan program pendirian akademi sepak bola Inter Milan di Indonesia bersama promotor yang mendatangkan mereka ke Indonesia, Entong Nursanto. Rencananya, akademi tersebut bakal dibuat bukan hanya di Jakarta, melainkan juga di wilayah lain di Indonesia.
JAKARTA - Indonesia bakal kembali kedatangan salah satu klub besar Eropa. Setelah sekian lama rencana tersebut tak kunjung terealisasi, Juara 18
BERITA TERKAIT
- Pengabdian 10 Tahun Kevin de Bruyne di Manchester City Berakhir
- Ternyata Begini Kondisi Marc Marquez Setelah Gagal Finis di Race MotoGP Amerika
- Megawati Cetak 40 Poin, Red Sparks Memperkecil Kedudukan Lawan Pink Spiders
- Adam Alis Bocorkan Kekuatan Mantan Menjelang Borneo FC vs Persib
- Augusto Fernandez Sangat Bersemangat Kembali ke MotoGP Qatar
- 2 Kelebihan Timnas U-17 Indonesia di Mata Korea