Melbourne Lockdown Lagi, KJRI Keluarkan Imbauan untuk WNI

Di tengah lockdown kedua kalinya di kawasan Metropolitan Melbourne, KJRI menghimbau kepada warga Indonesia yang memerlukan layanan agar menunda kedatangan mereka sampai setelah pembatasan berlalu.
Demikian yang disampaikan oleh Konsul Jenderal RI untuk Victoria dan Tasmania Spica Tutuhatunewa dengan wartawan ABC Indonesia Sastra Wijaya hari Selasa (14/7/2020) lewat percakapan online.
Menurut Spica, sejauh ini pelayanan KJRI sehubungan dengan lockdown kedua di Melbourne yang dimulai hari Rabu (8/7/2020) yang akan berlangsung selama enam minggu tetap berjalan seperti biasa.
"Mengingat kondisi COVID-19 di Metropolitan Melbourne yang serius saat ini, KJRI memberikan prioritas pada perlindungan kesehatan masyarakat," kata Konsul Jenderal Spica Tutuhatunewa.
"Dalam kaitan itu, KJRI menghimbau agar pengurusan dokumen yang tidak mendesak, mohon agar ditunda sementara waktu sampai kondisi membaik.
"Misalnya masyarakat yang paspornya akan habis pada bulan November-Desember, dapat mengurusnya nanti (setidaknya) setelah masa lockdown 6 minggu berakhir," katanya lagi.
Untuk urusan yang sama sekali tidak memerlukan kehadiran fisik ke kantor KJRI Melbourne di kawasan Albert Park, Spica mengatakan KJRI akan mencoba semaksimal mungkin untuk menyelesaikannya lewat online.
"Masyarakat yang membutuhkan dokumen penting seperti Surat Keterangan Jalan atau dokumen lainnya, terutama teman-teman mahasiswa yang akan kembali ke Indonesia, dapat mengurusnya melalui email/secara online tanpa harus ke KJRI," kata Spica lagi.
Di tengah lockdown kedua kalinya di kawasan Metropolitan Melbourne, KJRI menghimbau kepada warga Indonesia yang memerlukan layanan agar menunda kedatangan mereka sampai setelah pembatasan berlalu
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi