Melbourne Sukses Menggelar 'White Night', Pesta Jalanan Selama 12 Jam

"Saya tidak [pernah] mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan seni kepada banyak orang. Ini jadi hal yang besar, benar-benar menarik," katanya.
Sementara itu juru bicara dari Victoria Police mengatakan cukup lega dan puas dengan para pengunjung yang tetap bisa menjaga tingkah laku dan perbuatan mereka. Menurutnya, tidak ada insiden besar yang terjadi.
Direktur Artistik Andrew Walsh mengatakan jika acara White Night tahun 2016 sukses digelar, dilihat dari bertambahnya jumlah pengunjung dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kota Melbourne juga telah berhasil mempersiapkan festival dengan sangat rapi. Jumlah dan frekuensi kendaraan umum, seperti layanan tram dan kereta api ditambah dan beroperasi hingga pagi hari, sehingga memudahkan warga untuk pulang ke rumah masing-masing.
White Night Melbourne menjadi malam dari bergabungnya instalasi seni, proyeksi cahaya, pameran, pertunjukan musik di jalanan, pemutaran film, musik, tarian.
Semuanya memenuhi jalanan kota Melbourne, taman-taman, ruang terbuka, bahkan hingga gang-gang kecil.
Sebuah gang yang dengan cahaya yang terang. Foto: Lili Tu.
Gedung Royal Melbourne Exhibition yang disulap. Foto: Margaret Burin.
Proyeksi di depan gedung National Gallery of Victoria. Foto: Jessica Longbottom.
Lebih dari setengah juta orang berbondong-bondong ke pusat kota Melbourne untuk melihat festival tahunan White Night. Festival ini menampilkan lebih
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi