Melepas Kondom Tanpa Izin di Tengah Pertandingan Jadi Tindakan Kriminal

Kawasan Ibu Kota Australia (ACT) menjadi kota pertama di Australia yang menyatakan tindakan melepas kondom tanpa persetujuan pasangan saat berhubungan seks sebagai tindakan kriminal.
Tindakan yang disebut 'stealthing' ini setidaknya pernah dialami satu dari tiga perempuan saat berhubungan seksual, menurut sebuah sebuah laporan.
Pemimpin Partai Liberal di Canberra, Elizabeth Lee mengusulkan aturan tersebut ke Parlemen dan diterima dengan suara bulat oleh Parlemen hari Kamis kemarin.
"Stealthing bisa menjadi trauma bagi mereka yang mengalaminya dan saya bangga ACT meloloskan aturan yang baru pertama kali disetujui sebagai tindakan kriminal," katanya.
Elizabeth mengatakan tindakan melepas kondom tanpa persetujuan bisa menimbulkan dampak kesehatan dan psikologis, termasuk tertular penyakit kelamin, kehamilan, depresi, kecemasan, dan dalam beberapa kasus terjadi 'post traumatic stress disorder' atau PTSD.
Elizabeth mengatakan aturan mengenai 'stealthing' sudah diajukan ke Parlemen negara bagian Victoria di Melbourne selama dua tahun, namun tidak ada kabar lanjutan.
"Kita tidak menghendaki adanya kasus yang diajukan ke pengadilan sebelum stealthing ini dinyatakan sebagai tindak kriminal," katanya.
"Kita harus bertindak proaktif dan mengirim pesan jelas kepada warga bahwa tindakan ini tidak bisa diterima dan merupakan tindakan kriminal."
Canberra menjadi kota pertama di Australia yang menyatakan tindakan melepas kondom tanpa persetujuan pasangan saat berhubungan seksual sebagai bentuk kejahatan
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi