Melihat Sajian Menu Pascalebaran Warga Kawanua
Mulai Pisang Goreng, Bubur Manado, Ikan Bakar Rica sampai Gohu

Sebagai makanan penutup, dia akan membuatkan gohu (asinan pepaya khas Manado) serta pisang goroho dan kepok goreng.
Ikan kerapu dan ikan kakap Mando yang terkenal segar serta enak akan dibakar dengan pelengkap dabu-dabu iris (sambal iris). Meski sehari-hari bertugas sebagai aparatur sipil negara, Masda tidak canggung memasak sendirian.
Maklum saja, setiap pascalebaran aktivitas ini rutin dilakukan. "Teman-teman kantor saya dan suami kalau pasiar (silaturahmi) pasti mintanya menu sehat begini. Makanya saya setiap tahun di hari raya ketiga pasti menyiapkan menu seperti ini," ujar Masda kepada JPNN.
Tidak sampai dua jam, menu "cuci leher" pun sudah tertata rapi di meja makan. Ada bubur Manado, mie kuah cakalang, jagung rebus, ikan kakap dan kerapu bakar sambal iris, tahu dan tongkol goreng, pisang goroho dan kepok goreng serta gohu. Untuk sambal, Masda menyiapkan dua jenis yaitu sambal ikan roa dan terasi.
"Dibuat banyak jenis sambalnya biar yang makan tinggal pilih. Tapi biasanya kalau pisang goreng dimakan dengan sambal ikan roa, kalau bubur Manado dengan sambal terasi. Itu tergantung selera masing-masing," terangnya.
Diceritakannya, ada budaya di Manado, ketika pascalebaran, selalu menyiapkan menu "cuci leher". Disebut demikian, karena dengan makan bubur Manado, leher "dicuci" dengan sayuran sehat menyegarkan setelah dua hari berturut-turut makan makanan berlemak.
"Biasanya kan kalau lebaran banyak makanan berlemak seperti ayam dan daging. Biar tidak enek, leher dicuci dengan menu-menu sehat ini," ujar Masda sambil menunjukkan sajian sehat yang sudah disiapkan.
Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 wita. Saatnya Masda dan suaminya bersiap-sap menyambut para tamu yang akan datang menyantap menu "cuci leher" nya.(esy/jpnn)
Ada kebiasaan unik warga Kawanua (Manado, red) setiap pascalebaran. Usai menyantap makanan berkolestrol di hari raya selama dua hari berturut-turut,
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara