Membantu Mahasiswa Difabel di Australia Mendapat Apresiasi Lebih Tinggi

Awalnya ia melakukan pekerjaan ini karena tertarik untuk belajar bahasa isyarat, tapi ia juga ingin bisa bermanfaat bagi orang lain.
Seperti hanya Gadis, banyak juga mahasiswa lainnya di Indonesia yang mengemban tugas ini dan mereka mengaku mendapat "uang transportasi dan uang pulsa".
Membantu difabel dibayar tinggi di Australia

Lainnya halnya dengan di Australia, mereka yang membantu mahasiswa difabel mendapat apresiasi yang lebih tinggi, bahkan menjadi sebuah pekerjaan profesional.
Seperti yang dilakukan Emily Heng di Melbourne. Ia mengaku mendapat bayaran sebesar $35, sekitar Rp 340 ribu per jam.
"Saya bekerja membuatkan catatan [untuk] dua orang siswa lima jam seminggu. Di sini kami dapat memilih mau mengambil berapa kelas. Supervisor yang akan menempatkan," ujar Emily, seorang penulis catatan di Layanan Pendukung Disabilitas di Monash University.
Tetapi Emily mengatakan ia mengambil pekerjaan ini bukan hanya karena uang, tapi ingin mau menolong penyandang disabilitas.
"Saya mau bergabung karena ingin memberikan dukungan kepada penyandang disabilitas di universitas," ungkap mahasiswi S2 Hukum Universitas Melbourne tersebut.
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana