Membedah Peluang Perekonomian Syariah di Indonesia

Bagi konsumen, label halal memuat mereka merasa aman dan tenang dalam menjatuhkan pilihan untuk produk yang akan dikonsumsi.
Pada 2018, Indonesia sudah membelanjakan sekitar USD 214 miliar untuk produk makanan dan minuman halal.
Angka itu menjadikan Indonesia sebagai konsumen terbesar dibanding negara muslim lainnya.
Hal tersebut sekaligus menandakan besarnya potensi pasar produk halal dalam negeri.
Johanna mengatakan, ekonomi syariah sangat luas dan tidak terbatas pada industri keuangan syariah, tetapi juga sektor riil atau bidang produksi barang.
Menurut dia, potensi perkembangan ekonomi syariah masih sangat tinggi.
Hal itu juga didukung dengan tingkat kesadaran masyarakat muslim Indonesia terhadap konsumsi barang dan jasa halal.
“Di tengah resesi yang melanda, ekonomi syariah bisa menjadi sebuah kesempatan dan peluang bagi pelaku usaha,” tutur Johanna. (jos/jpnn)
Managing Partner Grant Thornton Indonesia Johanna Gani menilai merger Bank Syariah Mandiri, BRI Syariah, dan BNI Syariah merupakan langkah yang bagus.
Redaktur & Reporter : Ragil
- Ekonom Asing Sambut Baik Susunan Pengurus Danantara
- Ada Apa di Balik Lonjakan Harga Emas?
- Persiapan Arus Mudik Lebaran 2025, Herman Deru Resmikan 4 Jembatan
- Prospek Ekonomi Indonesia Masih Dinilai Baik, Ini Indikatornya
- Herman Deru Resmi Meluncurkan Gebyar Literasi dan Inklusi Keuangan OJK Sumsel
- Optimisme Airlangga soal Ekonomi Indonesia di NEO 2025