Membumikan Makna Isra Mikraj Melalui Bahasa Lokal

jpnn.com, JAKARTA - Ada yang unik dalam perayaan Isra Mikraj di Masjid Al Mukarromah, Koja, Jakarta Utara tahun ini.
Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) tersebut menyelenggarakan kegiatan Lomba Pidato Isra Mikraj dalam berbagai bahasa daerah di Indonesia.
"Tujuannya, cerita perjalanan Isra Mikraj ini akan lebih bisa dipahami dan dimaknai dengan tepat jika disampaikan dalam konteks bahasa lokal atau bahasa daerah masing-masing dari kaum muslimin," ujar Ketua Umum Yayasan Masjid Al Mukarromah, Ramdansyah Bakir.
Mantan ketua Panwaslu DKI ini menceritakan pesantren di jaman dahulu melakukan pengajaran agama Islam dari Al Quran dengan diterjemahkan ke bahasa daerah.
Ia mencontohkan abjad pegon atau abjad Arab yang dimodifikasi ke dalam bahasa daerah yakni bahasa jawa.
"Di Jakarta dikenal dengan bahasa Betawi-nya, maka pesan Isra Mikraj bisa disampaikan dengan bahasa Betawi," lanjutnya.
Ramdansyah berharap pidato Isra Mikraj dalam bahasa daerah diharapkan berdampak pada pengenalan tentang makna Isra Mi"raj dalam keluarga.
Pengajaran oleh orang tua dengan bahasa daerahnya masing-masing diharapkan mebuat kedekatan keluarga semakin erat dan nilai-nilai agama dapat diinternalisasi.
Dewan Kemakmuran Mesjid (DKM) tersebut menyelenggarakan kegiatan Lomba Pidato Isra Mikraj dalam berbagai bahasa daerah di Indonesia.
- Peringati Hari Al Quds Sedunia, Ribuan Massa Padati Gedung Grahadi Surabaya
- Menpora Dito Apresiasi Kegiatan Majelis Tilawah Al-Quran Antarbangsa ke 15 DMDI
- Ustaz Cholil Bicara tentang Islam dan Pertambangan Berkelanjutan
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Jadi Mualaf, Richard Lee Ungkap Alasan Sempat Rahasiakan
- Wamenag Minta PUI Inisiasi Silaturahim Akbar Ormas Islam