Menag Klaim Penyelenggaraan Haji Membaik
Kamis, 11 Februari 2010 – 11:42 WIB
JAKARTA -Walaupun menyisakan banyak masalah, ternyata beberapa negara lain ingin belajar penyelenggaraan haji dari Indonesia. Demikian diungkapkan, Menteri Agama, Suryadarma Ali, melalui Sekjen Bahrul Hayat, dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI, di Jakarta, Kamis (11/2).
"Menurut parameter yang kami punya, penyelenggaraan haji tahun ini sukses," ungkapnya. Dipaparkan, kesuksesan itu dicapai sejak tahap pemberangkatan, penempatan, transportasi dan pelayan kosumsi serta pemulangan jamaah ke Tanah Air."Parameternya, tidak ada persoalan mendasar yang dialami jamaah," katanya lagi. Bahkan, untuk pertama kalinya dalam sejarah, menteri agama Indonesia mendapat kehormatan untuk berbicara atas nama jamaah seluruh dunia di depan Raja Arab Saudi.
Baca Juga:
Sementara itu, anggota Komisi VIII DPR, menilai penyelenggaraan haji dalam bidang pelayanan masih belum baik. Hal ini terlihat, dari kuota jamaah haji yang berlebih.Pemerintah RI tidak maksimal dalam memanfaatkan kuota yang diberikan pemerintah Arab Saudi. "Cuma 42 persen kuota tambahan yang digunakan. Agak mubazir," sorot Asep Ahmad Maoshul Affandy dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan.
Sebelumnya, Komisi VIII telah mewacanakan revisi UU Haji, setelah tim pemantau dari komisi tersebut bertandang ke Arab Saudi. Komisi VIII mencatat seperti masalah pemondokan, katering, transportasi, hingga ke masalah koordinasi lintas departemen dalam penyelenggaraan ibadah haji 1430 H.
Koordinasi lintas departemen dalam penyelenggaraan haji lemah.(Lev/jpnn)
JAKARTA -Walaupun menyisakan banyak masalah, ternyata beberapa negara lain ingin belajar penyelenggaraan haji dari Indonesia. Demikian diungkapkan,
BERITA TERKAIT
- Nilai IKIP Kaltim Meningkat, Masuk Tiga Besar Nasional
- Yorrys Raweyai: DPD Akan Mengawal Proses Pembangunan PIK 2 Tangerang
- BPMK Lanny Jaya Diduga Potong Dana Rp 100 juta dari 354 Kampung
- Kipin Meraih Penghargaan Utama di Temasek Foundation Education Challenge
- Sri Mulyani: Setiap Guru adalah Pahlawan yang Berkontribusi Besar bagi Kemajuan Indonesia
- Kerugian Negara Hanya Bisa Diperiksa BPK, Ahli: Menjerat Swasta di Kasus PT Timah Terlalu Dipaksakan