Menag: Ormas Tidak Boleh Lakukan Upaya Paksa!

jpnn.com - JAKARTA - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin angkat suara terkait langkah sebuah ormas mendatangi sejumlah mal di Kota Surabaya, Minggu (18/12) kemarin.
Di mana Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa Nomor: 56/2016 tentang hukum penggunaan atribut keagamaan non-muslim di mal-mal.
Menurut Lukman, kalau memang langkah ormas tersebut berwujud upaya paksa, ancaman, atau tindakan kekerasan, maka menjadi kewenangan aparat kepolisian melakukan penindakan.
"Jika seseorang atau sekelompok orang dibolehkan melakukan upaya paksa, maka yang lain juga akan melakukan. Kalau ormas lakukan ini, maka ormas yang lain lakukan hal sama, kalau semua melakukan, jadinya anarkisme," ucap Lukman, Selasa (20/12).
Lukman menegaskan, sebagai negara hukum maka hanya aparat keamanan yang diberi kewenangan melakukan upaya penindakan terhadap dugaan pelanggaran hukum.
"Hanya aparat penegak hukum saja yang boleh melakukan itu (penindakan,red). Misalnya Satpol PP, polisi, kejaksaan, KPK, adalah instansi yang oleh hukum diberikan kewenangan. Sementara ormas tidak diperkenankan," ucap Lukman.(gir/jpnn)
JAKARTA - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin angkat suara terkait langkah sebuah ormas mendatangi sejumlah mal di Kota Surabaya, Minggu (18/12)
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Tiga Pemotor Asal Depok Tewas Seusai Tabrak Pohon di Bandung
- RI Siapkan Langkah Strategis untuk Merespons Kebijakan Tarif Resiprokal AS
- Innalillahi, Satu Orang Tewas di Dalam Mobil Avanza yang Tertimbun Tanah Longsor
- Peraih Rekor MURI Keliling Eropa Bahas Masalah Kesehatan Mental
- Pemda Belum Mengajukan Usulan Penetapan NIP CPNS & PPPK 2024, BKN Akan Lakukan Ini
- Anak yang Hilang di Pantai Sayang Heulang Garut Akhirnya Ditemukan, Begini Kondisinya