Menaker Ida Fauziyah: Kami Tak Ingin BLK Hanya jadi Pameran Alat-alat Bekas

jpnn.com, BANDUNG BARAT - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyampaikan pelatihan vokasi merupakan bentuk implementasi dari lompatan transformasi balai latihan kerja (BLK) yang saling terintegrasi.
Contoh konkret rebranding BLK dalam transformasi tersebut adanya perubahan nomenklatur BLK Lembang menjadi Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat.
"Harapannya BLK di seluruh Indonesia mampu menjawab tantangan ketenagakerjaan untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja, seperti di BPVP Bandung Barat ini," kata Menaker Ida Fauziyah saat mendampingi Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin meninjau BPVP di Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (23/3).
Selain itu, Kemnaker juga telah mengembangkan 5R, meliputi reformasi kelembagaan, revitalisasi sarana dan prasarana.
"Kami tidak ingin BLK-BLK yang ada itu hanya menjadi pameran alat-alat bekas," tegasnya.
5R yang ketiga, yaitu redesain pelatihan yang ada untuk menjawab kebutuhan pasar kerja.
Berikutnya, relationship dengan membangun kemitraan pada seluruh stakeholder ketenagakerjaan, dan 5R yang kelima rebranding BLK itu sendiri.
"Pada konteks relationship dilakukan dengan cara mempertemukan antara pencari kerja dan pemberi kerja dalam satu ekosistem," jelas Menaker Ida.
Menaker Ida Fauziyah menginginkan BLK hanya jadi pameran alat-alat bekas. Revitalisasi sarana dan prasarana dilakukan.
- BLK 2025 Sukses Beri Edukasi untuk 10.000 Peserta, Perkuat Literasi Kripto Nasional
- Kemnaker dan Kemendikdasmen Teken MoU Sinkronisasi Pendidikan dan Ketenagakerjaan
- JIE Menargetkan Perputaran Uang Selama Jakarta Lebaran Fair 2025 Capai Rp 500 Miliar
- SSPACE Hadirkan Campus Beauty Fair, Wadah Baru Brand Kecantikan
- Kemnaker Terus Mempercepat Klaim JHT dan JKP bagi Eks Pekerja Sritex Group
- Ingatkan Pram-Rano, Lukmanul Hakim: Jangan Sampai Warga Jakarta Kesulitan Cari Kerja