Menaker Ida Ungkap Hal yang Menghambat Perempuan di Dunia Kerja

"Selain hanya menunjukkan peningkatan kecil dalam beberapa tahun terakhir, angka TPAK Perempuan kita juga masih di bawah beberapa negara pesaing terdekat seperti Vietnam dan Thailand," ujarnya.
Menaker menambahkan, data ketimpangan bagi perempuan juga terlihat dalam aspek pendidikan yang menjadi modal dasar untuk berdaya di dunia kerja.
Persentase angkatan kerja perempuan yang berpendidikan rendah (SMP ke bawah) lebih besar daripada laki-laki.
Sementara itu, terkait angkatan kerja dengan tingkat pendidikan menengah (SMA dan SMK), persentase perempuan justru lebih rendah daripada laki-laki.
Namun, pemerintah berkomitmen terus meningkatkan kesetaraan gender melalui arah kebijakan dan strategi terkait gender dalam RPJMN 2020-2024.
"Salah satu targetnya adalah meningkatkan TPAK perempuan hingga mencapai 55 persen pada 2024," ujar Menaker Ida.
Kemnaker terus berkomitmen mendukung pemberdayaan perempuan di tempat kerja.
Salah satunya, melindungi pekerja perempuan dan memberikan rasa aman dalam pemenuhan hak-haknya.
Kemnaker terus berkomitmen mendukung pemberdayaan perempuan di tempat kerja agar terlindungi dari diskriminasi
- Kemnaker dan Kemendikdasmen Teken MoU Sinkronisasi Pendidikan dan Ketenagakerjaan
- Siti Fauziah: Perempuan Perlu Support System Lebih Kuat Agar Bergerak di Bidang Ekonomi
- Kemnaker Terus Mempercepat Klaim JHT dan JKP bagi Eks Pekerja Sritex Group
- Ketimpangan Gender Masih jadi Persoalan di Indonesia, Perlu Kolaborasi Lintas Sektor
- WRP Indonesia Dukung Perempuan Menjalani Ramadan Lebih Sehat, Punya Bisnis Fleksibel
- Lantik Pejabat Tinggi Madya, Menaker Yassierli Berpesan Begini