Menang Kalah
Oleh Dahlan Iskan

Harapan Kim sangat besar. Agar sanksi itu dicabut. Ia bisa menerima kalau pencabutannya bertahap. Asal tahapan itu bisa segera dilakukan.
Kim merasa sudah melakukan banyak langkah menuju pengakhiran senjata nuklir. Tentu tidak bisa sekaligus, tetapi mbok ya sanksinya juga diperingan. Misalnya: mulai boleh ekspor batu bara.
Itulah kondisi yang bisa saya serap saat ke Korut tahun lalu. Yang saya juga sampai di Pamunjom. Untuk kedua kalinya.
Trump pun memberikan harapan itu. Tinggal kita tunggu apakah kedelainya tidak keburu menjadi tempe.
Siapa yang kalah?
Tentu para penggemar perang. Terutama yang di lingkungan Trump. Mereka sangat tidak suka dengan langkah baru Trump ini.
John Bolton, misalnya. Penasihat keamanan nasional Trump itu. Minggu lalu itu ia 'kalah' dua kali.
Kalah di Korea Utara. Kalah pula di Iran.
Kedelai tidak jadi tempe. Trump tetap pada putusan untuk memulai kembali perundingan dagang dengan Tiongkok. Tiongkok tidak bisa dibilang menang. Hanya tidak lebih kalah.
- Respons Pemerintah RI Soal Kebijakan Baru Donald Trump
- Ini Respons Dasco atas Kebijakan Trump soal Tarif Impor
- Renovasi Rumah
- Waspada! Prediksi Kebijakan Donald Trump Bisa Picu Resesi di Indonesia
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global