Menanti Satu Dekade untuk Naik Haji, Beta Wiludjeng Kini Hanya Bisa Pasrah

jpnn.com, SURABAYA - Beta Wiludjeng hanya bisa pasrah setelah mendengar kabar mengenai pembatalan pemberangkatan haji tahun 2021. Perempuan berusia 64 tahun itu akhirnya harus menunda melaksanakan rukun islam ke-5.
Beta mengaku sudah lema menantikan momen keberangkatan dirinya ke tanah suci. Dia juga merasa optimis karena sudah melaksanakan vaksinasi Covid-19.
Namun, harapannya pupus sementara waktu setelah mendengar pemberitaan yang banyak bermunculan baik di televisi maupun di media massa.
"Sudah satu dekade saya menanti supaya bisa berangkat melaksanakan haji. Ya mau gimana lagi sekarang hanya bisa menatap ka'bah dari televisi dan layar hp saya," ujar dia, Sabtu (5/6).
Padahal warga Gunungsari, Surabaya itu sudah membeli aneka cendera mata yang rencananya akan dibagikan kepada saudara, rekan, dan para tetangganya.
"Ada sajadah, kerudung san karpet khas timur tengah. Sudah dibeli semua sejak 2020 lalu. Terus ditunda katanya tahun ini tetapi ya batal kembali," ujar dia.
Menurut Beta, untuk bisa berangkat ke tanah suci memiliki penantian yang cukup panjang. Dia mengaku mendaftar haji sejak 2011.
"Waktu itu saya daftar Rp25 juta. Baru dapat kursi dan berangkat 2020 tetapi batal. Jadi sudah sepuluh tahun (menunggu,red)," ucap dia.
Selama satu dekade Beta Wiludjeng menunggu keberangkatannya haji terpaksa ditunda
- Satpol PP Surabaya Temukan 2 RHU Jual Miras saat Ramadan
- KAI Daop 8 Tes Narkoba Kepada 100 Pekerja, Ini Hasilnya
- Info Penting, Masyarakat Surabaya Harap Lakukan Ini Sebelum Mudik Lebaran 2025
- Inilah Hasil Drawing Barati Cup International East Java 2025
- Ada Seleksi PPPK 2024, Bukan Berarti Jumlah Guru Bertambah
- JCI East Java Dorong Pengusaha Muda Aktif Mengembangkan Diri