Mencoba Bertahan di Tengah Pandemi, Air Asia Jualan Sayur, Qantas Airways Dagang Piyama

Maskapai asal Jepang, ANA Holdings Inc mengubah layanan penerbangan menjadi jasa pengalaman terbang. ANA menjual tiket untuk merasakan penerbangan menuju Hawai, selama 90 menit.
Penumpang akan merasakan pengalaman di dalam pesawat dengan dilayani kru yang menyajikan koktail dan mengenakan kaos Hawaian, dengan pesawat diam di tempat.
Sedikitnya 300 penumpang terpilih bisa merasakan pengalaman itu dengan menumpang Airbus SE A380, yang seolah terbang dari Tokyo hingga Honolulu.
Sedangkan maskapai Starlux Airlines mengenalkan "berkhayal pergi ke luar negeri”. Pimpinan maskapai akan menjadi pilot pesawat yang pura-pura terbang pada 7 Agustus lalu.
Sebanyak 188 tiket terbang menuju Taiwan ludes terjual selama 30 detik, menurut Focus Taiwan. Starlux terbang kembali dan menawarkannya untuk karyawan dan pelanggan, pada 16 Agustus.
Ada pula EVA Airways yang membawa 309 penumpang terbang pada 8 Agustus.
Menyewakan Kantor
Air New Zealand Ltd menawarkan sebagian lahan di markas mereka di Auckland. Media setempat mengatakan jika seperempat kantornya atau sekitar 5.000 meter persegi telah disewakan.
Air Asia Group Bhd termasuk yang terkena dampak ekonomi akibat pandemi covid-19 selama beberapa bulan ini.
- Punya Prestasi Bagus, Fly DBA Indonesia Raih Penghargaan Tertinggi dari Saudia Airlines
- Pemerintah Menyiapkan Rumah Murah untuk Tukang Bakso
- Menekraf Gandeng Maskapai Penerbangan untuk Majukan Ekonomi Kreatif Indonesia
- 6 Destinasi Menarik di Cairns Australia, Harga Tiketnya Murah
- Garuda Indonesia Berencana Menambah 15 hingga 20 Pesawat Tahun Depan
- Aplikasi Pemesanan AirAsia jadi yang Terbaik versi World Travel Tech Awards 2024