Mencoblos di Rutan KPK, Patrialis Pilih Satu di Antara Dua

jpnn.com, JAKARTA - Delapan orang tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggunakan hak pilih mereka pada pilkada DKI Jakarta, Rabu (19/4). Mereka mencoblos di Rutan C-1 KPK, Kuningan, Jakarta.
Kali ini, ada mantan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar yang mencoblos di TPS KPK yang tergabung dalam TPS 19 Karet, Setiabudi, Jakarta Selatan.
Hanya saja, Patrialis tidak memakai seragam tahanan KPK berupa rompi oranye seperti yang dikenakan tujuh tahanan lainnya. Tersangka penerima suap terkait uji materi UU Peternakan itu tampak mengenakan kemeja batik.
Patrialis juga mendapat giliran pertama untuk mencoblos. "Saya pilih satu di antara dua," kata Patrialis kepada wartawan.
Sebelumnya patrialis absen pada pilkada DKI putaran pertama yang digelar 15 Februari lalu. Sumber di KPK menuturkan, kala itu Patrialis malu dan berupaya menghindar sorotan kamera.
Usai Patrialis, tujuh tahanan KPK lainnya menyusul mencoblos. Urutannya adalah Fahmi Darmawansyah, Andi Zulkarnaen Mallarangeng alias Choel, Marisi Matondang, Rajamohanan Nair, M Sanusi, M Adami Okta dan Andi Taufan Tiro.
Menurut Ketua KPPS Setiabudi Ahmad Suprayogi, penghitungan suara di TPS KPK akan digabung dengan TPS 19 Kecamatan Setiabudi. "Ada delapan orang pemilih di KPK. Penghitungan suara akan digabung di TPS 19 Setiabudi," ujar Ahmad. (put/jpg)
Delapan orang tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggunakan hak pilih mereka pada pilkada DKI Jakarta, Rabu (19/4). Mereka mencoblos di
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- KPK Ancang-ancang Ambil Tindakan Terkait Laporan Suap Pemilihan Pimpinan DPD
- KPK Panggil Ketum PP Japto dan Ahmad Ali sebagai Saksi Kasus TPPU Rita Widyasari
- Usut Kasus Pajak, KPK Periksa Pihak Matahari Store hingga BPR Cita Makmur Lestari
- Terima Gratifikasi Rp21,5 Miliar, Eks Pejabat Pajak Ini Jadi Tersangka KPK
- Usut Kasus Investasi Fiktif, KPK Periksa Petinggi PT FKS Food dan IMM
- Rosan Ditunjuk Jadi CEO BPI Danantara, Berapa Kekayaannya?