Mencuci Ulang Sayuran Kemasan di Rumah Tingkatkan Resiko Salmonella

Pada tahun 2011, mentimun yang diimpor dari Spanyol awalnya disalahkan atas wabah E coli di Jerman.
Kemudian, ditemukan bahwa sumber wabah, yang menyebabkan diare berdarah, tersebut berasal dari tauge yang ditumbuhkan di sebuah pertanian organik di Jerman.
Tuduhan palsu itu merugikan para eksportir Spanyol sebesar 200 juta dolar (atau setara Rp 2 Triliun) per minggu.
Sumber wabah terbaru ini telah dikonfirmasi dan pertanian lokal telah mengalami kerugian.
Wakil Walikota Moorabool Shire, Paul Tatchell, mengatakan, ia berharap masalah ini akan diselesaikan dengan cepat.
"Kondisi kekeringan bersamaan dengan kebakaran baru-baru ini menempatkan pertanian Moorabool di bawah tekanan besar, dan itu jelas memiliki dampak yang signifikan terhadap ekonomi lokal," sebutnya.
"Masalah seperti ini hanya menambah beban dan kami berharap ini bisa diselesaikan dengan sangat sangat cepat," imbuhnya.
Seorang pakar memperingatkan, mereka yang mempertimbangkan untuk mencuci ulang selada kemasan di rumah agar terhindar dari wabah keracunan salmonella,
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi