Mendag Zulkifli Hasan: Perkuat Hubungan Dagang Indonesia-Mesir yang Saling Menguntungkan

Penduduk Mesir yang berjumlah lebih dari 110 juta jiwa juga merupakan peluang pasar prospektif bagi Indonesia.
Selain itu, pertumbuhan populasi Mesir yang tumbuh 2,5?3,5 persen per tahun telah meningkatkan permintaan pasar Mesir terhadap komoditas pangan.
Mendag Zulkifli Hasan menuturkan peningkatan hubungan ekonomi antara Indonesia dan Mesir perlu didukung infrastruktur dan fasilitas lain untuk mengakomodasi peningkatan aktivitas perdagangan kedua negara.
Untuk itu, Pemerintah Indonesia mendukung pembentukan Joint Trade Committee yang di masa depan diharapkan dapat menjadi sarana untuk membahas peningkatan hubungan perdagangan ke arah perjanjian perdagangan yang lebih komprehensif, seperti Perjanjian Perdagangan Preferensial (Preferential Trade Agreement/PTA).
Mendag Zulkifli Hasan juga berharap hasil dari perundingan dan kerja sama lainnya yang terjalin antara Indonesia dan Mesir dapat dimanfaatkan pelaku bisnis dari kedua negara, terutama para eksportir Indonesia yang hadir pada forum bisnis kali ini.
"Produk yang kami tawarkan pada kesempatan ini, antara lain sawit dan turunannya, kopi, kakao, makanan olahan, dan logistik,” bebernya.
Dalam kesempatan itu, Mendag Zulkifli Hasan juga melakukan penandatanganan perjanjian imbal dagang antara Indonesia dan Mesir untuk produk kopi dari Indonesia dengan anggur dan delima dari Mesir, serta penandatanganan MoU antar-business councildan pelaku usaha dari kedua negara.
Utuk skema perjanjian imbal dagang, perjanjian kerja sama ini merupakan salah satu strategi yang cukup efektif di tengah situasi ekonomi global yang kurang baik saat ini.
Mendag Zulkifli Hasan menyampaikan sejumlah harapan saat menghadiri forum bisnis yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dan Mesir di Kairo, Minggu (14/5)
- Soal Kebijakan Tarif Trump, Indonesia Diusulkan Dorong WTO Menyehatkan Perdagangan Global
- Menko Airlangga Bertemu PM Anwar Ibrahim, Bahas Strategi Menghadapi Tarif Resiprokal AS
- Ekonom Ungkap Komoditas yang Bakal Terdampak Kebijakan Tarif Trump
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Gempa Myanmar, Indonesia Kirim Bantuan Tahap Tiga
- Penetrasi Keuangan Syariah Rendah, OJK Minta Pelaku Usaha Melakukan Ini