Mendapat Vaksin Pfizer Menghibur Saya saat Melbourne Lockdown Keempat Kalinya

Baru setelah beberapa menit lewat dari dua jam menunggu, saya akhirnya bisa berbicara dengan petugas.
Dan penantian saya menunggu dua jam lamanya sia-sia karena petugas mengatakan mereka tidak punya akses ke sistem di Victoria sehingga mereka tidak bisa mendaftarkan kami.“I am so sorry that you have wasted your time for hours and thank you very much for being so nice to me. Some people before you were very upset,” kata petugas yang berbicara dengan saya saat itu.
Sayang saya lupa namanya.
Saya bisa membayangkan mungkin dia jadi sasaran kemarahan banyak orang, padahal memang sistemnya yang belum siap.
Poor guy. Ini kritik saya juga pada Pemerintah Victoria.
Sebelum mengumumkan program vaksinasi, pastikan dulu sistemnya sudah siap.
Kapok menunggu dua jam tanpa hasil, saya memutuskan untuk memakai cara lain.Hari Minggu siang, suami saya dan saya memutuskan untuk menghabiskan jatah dua jam waktu 'exercise' yang diberikan oleh Pemerintah Victoria selama 'lockdown', sambil sekaligus berbelanja.
Sepanjang melakukan aktivitas tersebut, saya terus memantau website 'vaccine hub' untuk melihat apakah ada slot untuk 'walk-in' dan berapa lama antreannya.
Hellena Souisa, jurnalis ABC asal Indonesia di Melbourne sempat kesulitan 'booking' vaccine, hingga akhirnya mendapatkannya dengan cara 'walk-in' atau datang langsung ke salah satu pusat vaksinasi
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi