Mendapat Vaksin Pfizer Menghibur Saya saat Melbourne Lockdown Keempat Kalinya

Setelah menjawab semua pertanyaan, saya diinformasikan kemungkinan efek samping dan apa yang harus dilakukan jika saya mengalaminya.
Barulah setelah semua informasi diberikan, saya divaksinasi di lengan kiri saya.
Tidak terasa sama sekali. Sayangnya, saya tidak sempat mengabadikan momentum itu seperti foto dalam cerita Pak Sastra divaksinaksi AstraZeneca.Usai vaksinasi, saya diminta menunggu 15 menit untuk observasi apakah ada efek samping yang serta-merta terasa, baru kemudian lapor ke meja perawat sebelum pulang.
Di meja perawat saat melapor itu saya diingatkan mendaftar untuk vaksinasi dosis kedua tiga minggu setelahnya.
Saya keluar tempat vaksinasi pukul 4.15 sore.Efek sampingnya: Malam itu lengan kiri saya rasanya pegal-pegal seperti habis mengangkat barbel, dan rasa pegal-pegal itu berlanjut hingga Senin malam, meski sudah hilang pada Selasa pagi.Tapi tetap senang rasanya.
Setidaknya di 'lockdown' kali ini, saya sudah divaksinasi.
Walaupun masih ada tantangan selanjutnya: mendaftar vaksinasi dosis yang kedua lewat telepon (lagi). Duh!
Hellena Souisa, jurnalis ABC asal Indonesia di Melbourne sempat kesulitan 'booking' vaccine, hingga akhirnya mendapatkannya dengan cara 'walk-in' atau datang langsung ke salah satu pusat vaksinasi
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi