Mendikbud Dinilai Terlalu Optimis
Jumat, 14 Desember 2012 – 08:26 WIB

Mendikbud Dinilai Terlalu Optimis
JAKARTA – Bola panas perubahan kurikulum masih akan terus menggelinding di DPR RI, pasalnya sebagian besar anggota Komisi X DPR menyuarakan agar Panitia Kerja (Panja) Kurikulum harus ikut melakukan kajian mendalam pada draft perubahan kurikulum tersebut. Mereka juga menilai pemerintah terlalu optimis bahwa kurikulum baru dapat dijalankan ditengah persiapan yang belum tuntas.
Sebagai bahan kerja untuk Panja kurikulum, Komisi X DPR cukup mengapresiasi pemaparan soal perubahan kurikulum yang telah disampaikan oleh Mendikbud dalam Raker tersebut, namun demikian penjelasan itu dinilai belum detail, terutama soal implementasinya ke depan.
Baca Juga:
Anggota Komisi X DPR, Ferdiansyah menyampaikan, sejalan dengan uji publik kurikulum baru yang dilakukan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, dirinya juga akan memanfaatkan masa reses untuk melakukan uji publik di daerah pemilihannya. Hal serupa rencananya juga akan dilakukan oleh anggota DPR lainnya.
“Artinya dalam kesempatan reses kami juga akan menanyakan kesiapan tiga komponen utama dalam perubahan kurikulum, yakni guru, pengawas dan kepala sekolah. Karena merekalah ujung tombak pelaksanaan kurikulum baru,” kata Ferdiansyah disela-sela Raker dengan Kemdikbud di DPR tadi malam.
JAKARTA – Bola panas perubahan kurikulum masih akan terus menggelinding di DPR RI, pasalnya sebagian besar anggota Komisi X DPR menyuarakan
BERITA TERKAIT
- Kompetisi Inovasi Teknologi Elektro Trisakti Cup 2025 Targetkan Siswa SMA Sederajat
- ITS Gandeng Ganesha Menyosialisasikan Penerimaan Mahasiswa Baru FTSPK
- Pesantren 1.000 Cahaya, Misi Pendidikan Ramadan untuk Anak Yatim dan Disabilitas
- Pemprov Jabar Bakal Tebus 335.109 Ijazah Siswa Menunggak Uang Sekolah, Duitnya Rp 1,3 T
- Ruang Pintar PNM Perluas Akses Pemberdayaan Ibu dan Anak
- BINUS University Kukuhkan 7 Guru Besar Sekaligus di Awal 2025