Menemukan Titik Balik Pemulihan Properti, Yang Terburuk Telah Berlalu

Mengalirnya investasi langsung itu akan memengaruhi pasar properti untuk ikut tumbuh.
Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengungkapkan, jika dilihat dari sisi permintaan, baik apartemen maupun rumah tapak akan sama-sama mengalami peningkatan.
Namun, permintaan agaknya akan didominasi hunian bersubsidi.
’’Sebab, rumah subsidi itu lebih berkaitan dengan kebutuhan,” ujarnya.
Sementara itu, hunian nonsubsidi juga tetap diminati, tetapi bergantung daya beli masyarakat.
Daya beli yang menurun bisa mengubah minat dan permintaan pembeli, dari rumah nonsubsidi untuk kelas menengah menjadi rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Untuk rumah menengah ke atas, berubahnya minat membeli lebih disebabkan investasi yang berubah.
Misalnya, orang kaya yang ingin membeli properti untuk portofolio investasi bisa mengubah minat investasinya ke sektor riil.
Ketidakpastian perekonomian sempat membuat sektor properti mengalami kelesuan.
- Adhome Bikin Akses Properti Lebih Mudah dan Transparan
- Savyavasa, Hunian Kelas Atas yang Jadi Rebutan Pembeli
- Rumah123 dan Ringkas Berkolaborasi untuk Permudah Akses KPR
- Rumah123 dan Ringkas Jalin Kemitraan untuk Tingkatkan Akses Pembiayaan Properti
- ASG Expo 2025 Sukses, Pengunjung Tembus 25.000 dalam 10 Hari
- Ajukan KPR BRI dari Rumah Kini Sudah Bisa, Begini Caranya