Mengaku Belum Beristri, Brigadir Trubus: Kubunuh Kau!

Ia membantah anak buahnya itu pernah menikah adat dengan Verawati. Sebab, Sudarmin menyatakan, Verawati tidak bisa menunjukkan buktinya.
“Jadi apa yang dilakukan Trubus dengan perempuan itu selama ini ialah kumpul kebo, satu rumah tanpa satu ikatan,” ungkapnya.
Selama menjalin hubungan di luar ketentuan, lanjut dia, pada suatu hari Verawati mengeluarkan kata-kata yang tak pantas terhadap Trubus. Merasa harga dirinya dijatuhkan, terjadilah cekcok pada tanggal 3 Mei 2016 itu.
“Karena merasa dilecehkan, Trubus pun melakukan pemukulan. Setelah pemukulan itu, perempuannya melaporkan ke Polres,” terang Sudarmin.
Namun, penganiayaan tetap saja penganiayaan. Laporan Verawati sedang diproses. Untuk dugaan pemalsuan KTP, Sudarmin menyebut, pihaknya belum menerima laporan. “Tapi, kalau dalam prosesnya kita temukan pemalsuan identitas itu, kita tak akan tinggal diam,” tegasnya.
Di sisi lain, Brigadir Supoyo Trubus tidak pernah merasa menikahi Verawati. “Hubungan kami memang dekat, lagi pula sebelumnya saya sudah katakan ke Vera jika saya sudah punya istri,” tuturnya.
Soal penganiayaan, Trubus mengakui telah melakukan. Saat itu, Verawati mendatangi dia, sembari menuntut agar segera menikahinya. Trubus meminta Verawati bersabar.
“Saya juga tak pernah ada janji untuk menikahinya. Tapi saat kejadian itu, ia terlihat emosi dan marah ke saya. Saat ia emosi, saya diam saja dan ia meludahi saya dan keluarkan kata-kata penghinaan pada saya. Kemudian, ia menampar saya dan saya juga memukulnya,” paparnya.
“KUBUNUH kau,” begitu Verawati menirukan ancaman Brigadir Supoyo Trubus kepadanya di rumah temannya, Jalan Raum Dogom, Kelurahan Putussibau
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara