Mengaku Dekat Personel NAMRU sebagai Sesama Peneliti
Oleh ZULHAM-NAUFAL-ANGGI T, Jakarta
Jumat, 23 Oktober 2009 – 07:53 WIB
Menteri Kesehatan baru Endang Rahayu Sedianingsih usai mengikuti rapat koordinasi perdana di Kemenko Kesra kemarin petang (FOTO: ZULHAM MUBARAK/JAWA POS)
Terkait pemindahannya dari jabatan kepala Pusat Penelitian Biomedis dan Farmasi Balitbangkes menjadi peneliti utama karena kasus pengiriman virus ke luar negeri pada 2008, dia menolak berkomentar. "Membuktikan kesalahan orang lebih mudah daripada membuktikan seseorang tidak bersalah. Dan, saya tidak akan menghabiskan energi untuk itu," katanya.
Dia juga menganggap pemutasiannya itu sebagai hal yang lumrah terjadi. Jika itu dikehendaki atasannya, sebagai pegawai dia wajib melaksanakan. "Tentu kita harus "legawa?, karena mungkin kita dipindahkan ke tempat yang lebih sesuai dengan kita," ujarnya.
Endang tidak menampik bahwa dirinya memiliki kedekatan dengan personiel laboratorium riset Angkatan Laut Amerika Serikat (Naval Medical Research Unit/Namru-2) di Jakarta. Namun, menurut dia, hal itu lumrah karena sebagai peneliti, dia sering berhubungan dengan lembaga-lembaga riset di dalam dan luar negeri. Termasuk di antaranya di Namru-2 dan mengenal orang-orang yang bekerja di sana. "Tapi, secara profesional tentu itu biasa saja karena memang faktanya kami sama-sama peneliti," ujar perempuan kelahiran Jakarta itu.
Sebelum serah terima jabatan, Endang mengaku menerima telepon dari Siti Fadilah. Namun, pembicaraan itu tidak menyinggung masalah tuduhan Siti yang menyebutkan dirinya menyelundupkan spesimen virus ke luar negeri. Siti, kata dia, juga tidak mengucapkan maaf atas pernyataan yang dilontarkannya. "Hanya janjian ketemu di sertijab (serah terima jabatan). Akan disampaikan program Menkes ke depan. Ada titipan yang harus dilanjutkan," kata Endang.
Penunjukan Endang Rahayu Sedyaningsih sebagai menteri kesehatan sempat menimbulkan kontroversi. Namanya masuk pada saat-saat terakhir, menyingkirkan
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara