Mengantar J-Rocks Masuk Dapur Rekaman Abbey Road Studio, London (1)
Berpose ala Beatles di Zebra Cross Terpopuler di Inggris
Kamis, 23 Oktober 2008 – 09:33 WIB

Mengantar J-Rocks Masuk Dapur Rekaman Abbey Road Studio, London (1)
Di tembok itu kita bisa melihat siapa saja yang pernah datang, dari mana asalnya, dan apa yang mereka ungkapkan. Mereka mengungkapkan kecintaan kepada The Beatles atau kepada sang kekasih. Mereka datang dari Meksiko, Argentina, Amerika Serikat, Spanyol, Jerman, dan masih banyak lagi. Karena itu, bahasa yang digunakan juga tak selalu bahasa Inggris.
''Jika sudah penuh, biasanya tembok dicat lagi. Waktunya bisa dua minggu sekali, atau bahkan satu bulan,'' kata Peter Smith, seorang pekerja di Abbey Road Studio.
Dari coretan-coretan itu bisa dilihat bahwa pengunjung dari Asia terbanyak dari Jepang. Itu tidak aneh karena John Lennon memang mendapat tempat khusus di hati banyak orang Jepang. Sebab, dedengkot The Beatles itu menikahi Yoko Ono, seorang wanita Jepang. Pernikahan mereka langgeng hingga John Lennon tewas secara tragis karena ditembak seorang penggemar ''gilanya'' di New York, Amerika Serikat.
Selain zebra cross dan corat-coret tembok, pengunjung juga bisa berfoto di tangga pintu masuk Abbey Road Studio. Untuk yang satu ini, para turis asing kebanyakan masih ragu-ragu karena harus memasuki properti orang. Mereka baru berani setelah melihat rombongan J-Rocks, yang nota bene orang asing (bukan bule lagi), ternyata nongkrong di halaman Abbey Road Studio.
The Beatles dan Obbey Road Studio ibarat dua sisi dari mata uang. Pada 1962-1970 John Lennon, Paul McCartney, George Harrison, dan Ringo Starr, melahirkan
BERITA TERKAIT
- Semana Santa: Syahdu dan Sakral Prosesi Laut Menghantar Tuan Meninu
- Inilah Rangkaian Prosesi Paskah Semana Santa di Kota Reinha Rosari, Larantuka
- Semarak Prosesi Paskah Semana Santa di Kota Reinha Rosari, Larantuka
- Sang Puspa Dunia Hiburan, Diusir saat Demam Malaria, Senantiasa Dekat Penguasa Istana
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu