Mengapa Australia Masih Terima Kedatangan dari Luar Negeri Saat Pandemi Corona?

Kami menjawab pertanyaan seputar virus corona:
- Apakah Australia siap dengan gelombang kedua virus corona?
- Apa penjelasan di balik angka kematian di Indonesia?
- Siapa pasien pertama COVID-19 yang mengubah kehidupan dunia?
Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) mengatakan lebih dari 25 ribu warga sudah kembali dengan penerbangan sewaan, dengan ratusan ribu kembali cara masing-masing sejak pertengahan bulan Maret.
"Lebih dari 348 ribu warga negara dan permanent resident sudah kembali ke Australia sejak 13 Maret 2020," kata juru bicara DFAT.
"Sampai tanggal 29 Juni, DFAT telah membantu 26 ribu warga dan permanent resident kembali dengan lebih dari 315 penerbangan, 60 penerbangan itu difasilitasi langsung oleh pemerintah."
Sebagian besar bantuan pemerintah diberikan untuk membawa kembali warga Australia dari negara di Asia Selatan seperti Bangladesh, India dan Nepal, serta negara lain seperti Lebanon, Afrika Selatan, Filipina, Thailand dan Peru.
Lebih dari 60 ribu orang sudah menjalani karantina di hotel sejak aturan diberlakukan dan ada lebih banyak lagi warga Australia kembali dengan penerbangan khusus dari seluruh dunia.
Seberapa cepat penularan virus corona di dunia?

Data ini menggunakan hitungan logaritme untuk melihat tingkat penularan virus corona. Baca penjelasan dari ABC untuk mengetahui maknanya dan bagaimana virus corona menular di seluruh dunia (dalam bahasa Inggris).
Pengetesan COVID-19 ditingkatkan di hotel
Hari Jumat, di hari terakhirnya menjabat sebagai Chief Medical Officer Australia, Profesor Brendan Murphy mengatakan risiko penularan dari berbagai negara terus berubah karena penyebaran virus tersebut.
Meski negara bagian Victoria sedang berjuang mengatasi meningkatnya penularan virus corona antar warga, kebanyakan kasus penularan virus corona di Australia tercatat berasal dari luar negeri
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana