Mengapa FIFA Puji Argentina setelah Cabut Hak Indonesia Gelar Piala Dunia U-20?

jpnn.com, ASUNCION - Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional atau FIFA mengapresiasi langkah Argentina mengajukan proposal untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.
Menurut FIFA, Argentina mengajukan proposal tersebut setelah organisasi yang bermarkas di Zurich, Swiss, itu membatalkan pelaksanaan Piala Dunia U-20 yang semula akan digelar di Indonesia.
“Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) telah mengajukan penawaran resmi untuk menyelenggarakan Piala Dunia U-20 2023 setelah FIFA mencabut hak Indonesia menggelar turnamen tersebut,” bunyi pengumuman organisasi bernama panjang The Fédération Internationale de Football Association itu di laman resminya.
Presiden FIFA Gianni Infantino mengungkapkan ada beberapa negara lain yang juga menunjukkan ketertarikan untuk menggelar even tersebut.
Namun, FIFA mencatat Argentina yang paling cekatan memenuhi persyaratan untuk menjadi host Piala Dunia U-20.
“… dalam hal proposal resmi dan jaminan pemerintah yang menyertainya, Argentina berada di posisi terdepan,” ujar Infantino dalam konferensi pers menjelang Kongres Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) di Asuncion, Paraguay, Kamis (30/1).
Infantino menjelaskan Presiden AFA Claudio Tapia maupun Pemerintah Argentina telah menyerahkan jaminan yang diperlukan untuk mendukung proposal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.
Oleh karena itu, FIFA akan segera membuat keputusan untuk tawaran Argentina tersebut.
FIFA menganggap Argentina di posisi terdepan dalam hal proposal maupun jaminan pemerintah untuk menggelar Piala Dunia U-20.
- Argentina vs Brasil, Raphinha Optimistis Bisa Cetak Gol ke Gawang Tim Tango
- IDCI Nilai Pertahanan Siber Seharusnya Jadi Tugas Utama TNI
- Gegara Cedera, Lautaro Martinez Susul Messi Absen dari Skuad Argentina
- Apresiasi Prabowo-AHY, Irwan Fecho Berharap Pembangunan Stadion Berstandar FIFA Dilanjutkan
- Messi Cedera, Absen Bela Argentina Hadapi Brasil & Uruguay
- Indonesia-Vietnam Eksplorasi Peluang Kerja Sama untuk Pertumbuhan Ekonomi yang Lebih Inklusif