Mengapa Melbourne Lebih Sering Mengalami Wabah COVID-19?

Ada sekelompok pakar yang secara teratur menghitung potensi kemungkinan penularan di tiap-tiap negara bagian di Australia dengan melihat data dari kasus yang ada, survei rumah tangga dan juga data dari Google.
Salah satu yang mereka lihat adalah perilaku warga, misalnya seberapa banyak mereka mengambil jarak, atau social distancing, atau melihat kontak yang dilakukan warga dengan orang di luar anggota keluarga sendiri.
Menurut laporan situasi COVID-19 di Australia yang dikeluarkan mingguan baru-baru ini, risiko penularan di Victoria sebenarnya lebih rendah dibandingkan negara bagian lain.
Dan sebelum kasus penularan terbaru ini, kemampuan virus menyebar di Victoria dianggap lebih rendah dibandingkan di negara bagian lain.
Bagaimana dengan cuaca dingin?
Udara yang dingin memainkan peran dalam penularan COVID-19, namun pakar mengatakan cuaca tidak memainkan peran penting di Victoria.
Suhu yang lebih dingin memungkinkan virus bertahan hidup lebih lama di luar tubuh manusia.
Selain itu, cuaca dingin bisa mempercepat penularan karena orang-orang lebih banyak tinggal dalam ruangan dan menutup jendela rumah.
Namun faktor itu saja tidaklah menjadi alasan mengenai jumlah penularan yang lebih banyak terjadi di Victoria.
Ada sejumlah spekulasi mengapa Melbourne sering mengalami lonjakan penularan COVID-19 yang berujung dengan 'lockdown'
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana