Mengapa Pekerja Asing yang Tereksploitasi di Australia Tidak Melaporkan Majikannya?

Informasi tentang bagaimana dan kapan melaporkan kekurangan pembayaran tersedia dari website FWO.
FWO juga menawarkan layanan penerjemah gratis dan pelaporan anonim, yang dapat diakses dalam 16 bahasa selain bahasa Inggris.
Juru bicara Departemen Dalam Negeri Australia membenarkan adanya kesepakatan dengan FWO itu.
Ia mengatakan ada beberapa persyaratan dalam perjanjian tersebut, termasuk korban secara aktif membantu FWO dengan pertanyaannya, berkomitmen mematuhi persyaratan visa di masa depan dan hanya melanggar persyaratan terkait pekerjaan dari visa mereka.
Bukan hanya pekerja yang harus peduli
Menurut Profesor Alex, bukan hanya pekerja yang perlu khawatir tentang pencurian upah.
"Saat ini kita berada dalam situasi yang menarik, karena sedikitnya mahasiswa asing yang masuk, khususnya di industri pertanian, maka sangat dibutuhkan tenaga kerja," ujarnya.
"Salah satu alasan mengapa kita tidak dapat menemukan pekerja, yaitu karena upah rendah sudah membudaya, sehingga pekerja tidak mau datang," katanya.
"Mungkin ini saat yang tepat untuk membicarakan soal upah dan mengapa perlu ditingkatkan," kata Prof. Alex.
Banyak mahasiswa Indonesia di Australia yang menerima upah di bawah aturan yang berlaku
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi