Mengapa Tak Boleh Ada Aplikasi Alkitab Bahasa Minang di Indonesia yang Beragam?

Lembaga Alkitab Indonesia adalah lembaga independen yang diberi kewenangan untuk menerjemahkan, mencetak, dan menyalurkan Alkitab ke bahasa-bahasa daerah, sesuai SK Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia Nomor: DJ.III/KEP/HK.00.5/77/2011.
"Kitab Perjanjian Baru bahasa Minang selesai diterjemahkan pada tahun 1996, sementara Alkitab secara keseluruhan sudah selesai diterjemahkan tahun 2010," kata Kepala Departemen Penerjemahan LAI, Anwar Tjen kepada Hellena Souisa dari ABC News.

Namun, Anwar tidak bisa memastikan apakah Alkitab berbahasa Minang yang diminta dihapus dari 'Google Play Store' sama dengan Alkitab berbahasa Minang yang diterjemahkan LAI.
Menurut Anwar, dari sekian banyak aplikasi Alkitab di 'Google Play Store', hanya ada 16 aplikasi yang bekerja sama dengan LAI.
Saat LAI mencoba untuk memeriksa apakah terjemahan pada aplikasi tersebut sama dengan versi terjemahan LAI, Anwar sudah tidak menemukannya lagi di 'Google Play Store'.
Menanggapi permintaan Gubernur Sumatera Barat untuk menghapus aplikasi Alkitab berbahasa Minang, Anwar mengatakan secara umum bahasa bukanlah milik satu agama.
"Tidak ada satu bahasa apapun di dunia ini yang bisa diklaim sebagai milik eksklusif dari komunitas religius tertentu."
Apilkasi Alkitab berbahasa Minang sejak pekan lalu hilang dari Google Play Store setelah Gubernur Sumatera Barat meminta aplikasi tersebut dihapus dengan alasan adat dan budaya Minangkabau
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi