Mengembalikan Senyuman Dan Keberanian Korban Pasca Bencana di Indonesia

Dua minggu pasca gempa, Melinda berkesempatan mengikuti sesi penyembuhan trauma di kampus Universitas Mataram, tempatnya belajar.
"Saya diajarin gerakan-gerakan. Ada diajarin menggenggam tangan, kalau tidak salah ada 6 gerakan. Pertama tarik nafas, lalu ada gerakan tai chi, gerakan bagaimana kita menenangkan orang lain, seperti itu kira-kira," tuturnya.
Sebelumnya mahasiswa semester 7 ini sama sekali tak mengetahui tentang penyembuhan trauma bagi korban bencana.
Selepas gempa, ia mengaku mencoba memulihkan kondisi kejiwaannya dengan berkumpul keluarga dan mengatur nafas jika memori tentang gempa membuatnya dadanya sesak.
Hingga ia mendengar informasi mengenai sesi tersebut dari pesan teks rekan kampusnya.
Melinda sendiri tertarik untuk mengikutinya karena ia merasa hal itu penting.
"Saya ingin datang karena merasa ilmu itu langka dan penting sekali. Saya sendiri juga masih sedikit trauma, walau sudah sangat membaik," akunya.
Ia berpendapat penyembuhan trauma bagi korban bencana begitu penting. Ia mengambil contoh keluarganya sendiri.
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana