Mengembalikan Senyuman Dan Keberanian Korban Pasca Bencana di Indonesia

"Tim ini fungsinya konsulen, yang aktif mencari adalah semua relawan kesehatan. Tim ini ada di rumah sakit sebagai konsulen dari tim relawan manakala menemukan kasus-kasus yang kecenderungannya perlu penanganan tenaga kesehatan khusu," terang Achmad.
Achmad mengatakan, bagian penting dari penyembuhan trauma justru terletak pada peran serta semua pihak untuk tidak melakukan trauma building (memicu trauma).
"Hal yang kontraproduktif dari kegiatan trauma healing ini adalah trauma building, orang yang masih membangun trauma dengan menyebar berita hoax, masih menayangkan kejadian-kejadian video, audio pada hari-H sampai sekarang, itu kan masih membangkitkan traumanya korban."
Ia lalu mencontohkan bentuk tayangan media penyiaran yang makin memicu trauma.
"Itu malah membangkitkan trauma korban kalau breaking news di sebuah media diawali dengan video audio tentang kondisi hari pertama, kedua, penuh kepanikan, ketakutan, kekacauan, ini akan memelihara trauma mereka."
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana