Mengenal 'Smoko', Istilah Khas Australia yang Artinya Kini Sudah Berubah

"Smoko adalah alasan mengapa kita tidak boleh bekerja dengan proporsi yang berlebihan dalam sehari," ujarnya.
"Ketika saya masih mempekerjakan orang di Peternakan St. Francis, mereka percaya smoko harus berlangsung selama 20 jam sehari," katanya berkelakar.
"Untuk smoko, saya menikmati teh dengan susu kental manis dan sepotong roti bakar dengan mentega," ujar Bob.
Ray Fleming, pekerja di pertanian di kawasan McKinley, Queensland, mengatakan 'smoko' adalah kesempatannya untuk memulihkan tenaga.
"Ini hanya istirahat pagi selama 10 menit dan memulihkan tenaga dan mengisi perut untuk menambah energi sebelum kembali bekerja," jelasnya.
Asal-usul istilah
Asal-usul istilah 'smoko' sulit dilacak, namun para pakar percaya istilah ini berawal dari ajakan kepada para pekerja dalam bentuk kata-kata "smoke-oh! smoke-oh!".
"Bukti awal dari kata tersebut yaitu adanya pengejaan dengan huruf H di bagian akhir. Jadi itu berasal dari ajakan untuk beristirahat," jelas Mark.
Bukti pertama istilah ini dipakai saat beristirahat dari pekerjaan ditemukan pada pertengahan tahun 1850-an.
'Smoko' adalah istilah yang banyak digunakan di kalangan 'tradies', sebutan pekerja di bidang yang banyak mengandalkan kekuatan fisik di Australia
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Menaker: Mudik Nyaman Panasonic Gobel, Bukti Kepedulian Dunia Usaha Kepada Pekerja