Mengenang 1.000 Hari Ibu Ani Yudhoyono Wafat, Ibas Gelar Doa Bersama
Setelah dua tahun menanti dan kondisi pandemi sudah lebih terkendali, Ibas merasa bahagia bisa pulang kembali ke Pacitan.
“Saya banyak belajar dari warga Pacitan. Di tengah pandemi dan segala cobaan dalam bidang kesehatan, sosial-ekonomi yang sedang kita hadapi, bapak-ibu sekalian tetap mensyukuri segala nikmat yang diberikan Allah. Tidak pantang menyerah untuk terus bergotong royong membangun wilayahnya,” terang Ibas.
Dalam acara selawatan dan doa bersama mengenang 1.000 hari meninggalnya mendiang Ani Yudhoyono, Indrata Nur Bayuaji selaku Bupati Pacitan menyambut baik kehadiran Ibas.
“Kami bukan mengucapkan selamat datang, tetapi kami mengucapkan selamat mudik untuk Mas Ibas, karena Pacitan merupakan rumah bagi Mas Ibas, ada kenangan dan garis darah yang tidak terputus,” ujar Aji.
Aji mengatakan selawatan dan doa bersama ini merupakan kegiatan rutin dan, sebagai bentuk ikhtiar membangun Kabupaten Pacitan secara lahir dan batin.
“Malam ini menjadi lebih istimewa karena dibarengi dengan doa bersama untuk Ibu Ani Yudhoyono, sosok ibu yang memiliki kesan tersendiri di hati kita semua. Semoga segala doa di malam hari ini diijabah Allah SWT, aamiin,” kata Aji.(fri/jpnn)
Ibas menyempatkan hadir di Pendopo Halking Pacitan untuk mengikuti selawatan dan doa bersama mengenang 1000 hari kepergian ibunya Ani Yudhoyono (4/3/22).
Redaktur & Reporter : Friederich
- Ibas Ingatkan Kelebihan & Risiko Teknologi AI bagi Pendidikan
- Ibas: Toleransi, Kasih Sayang, dan Kesehjahteraan Bisa Tangkal Radikalisasi
- Ibas: Bonus Demografi Harus Dibarengi dengan Lingkungan Sehat dan Berkelanjutan
- Ibas: MPR Punya Andil Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan
- Ibas: Di Tangan Gurulah Masa Depan Bangsa Akan Dibentuk
- Pesan Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono ke Generasi Muda, Ada 3 Poin Penting