Mengikuti Peringatan Hari Pahlawan di KBRI Yangon, Myanmar
Duta Besar Kenalkan Mars Ciptaannya
Kamis, 11 November 2010 – 08:08 WIB

Dubes RI Sebastianus Sumarsono (kanan) kemarin (10/11) mengajari Angela Mungzishim, siswi kelas X Sekolah Internasional Indonesia di Yangon yang akan mengikuti lomba story telling. Foto : Tomy C Gutomo/JAWA POS
Junta militer memang belum memberikan kepastian mengenai pembebasan Aung San Suu Kyi. Karena itu, peluang bebasnya Suu Kyi masih fifty-fifty. "Kita lihat saja nanti, apakah pemerintah Myanmar memenuhi janji atau tidak," terang Sumarsono.
Saat pelaksanaan pemilu lalu, KPU Myanmar mengundang para diplomat untuk ikut memantau. KBRI juga mengirim lima orang untuk memantau pemilu itu. Sumarsono memantau pelaksanaan pemilu di divisi Magway. "Berdasar pantauan kami, sebenarnya komisi pemilu sudah menjalankan semua tahap secara fair," tegas dia.
Di Magway, pemilu diikuti empat partai politik. Yakni, USDP, NDF, NUP, dan NPNC. Sumarsono juga mengunjungi delapan TPS di divisi tersebut. "Di TPS yang saya datangi, USDP menang telak," katanya.
Berdasar pemantauan tersebut, Sumarsono yakin bahwa kecurangan dalam pemilu cukup kecil. Hanya, karena itu pemilu pertama sejak 20 tahun terakhir, banyak surat suara yang rusak. "Tapi, itu kemajuan bagi Myanmar. Kita harus menghargai upaya Myanmar untuk berubah," tambah dia. (*/c11/dos)
Peringatan Hari Pahlawan juga diselenggarakan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon, Myanmar. Bukan hanya upacara, para siswa Sekolah
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara