Mengintip Kehidupan di Salah Satu Negara dengan Lockdown Paling Ketat di Dunia

Filipina menjadi salah satu negara yang menerapkan aturan paling ketat berkenaan dengan virus corona. Saat ini jumlah kasus positif virus corona di Filipina telah mencapai 8.000 kasus positif dengan lebih dari 500 kematian.
Angka ini memang jauh lebih kecil dibandingkan di negara lain seperti Amerika Serikat, Inggris, Spanyol atau Italia, namun Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sudah menyampaikan keprihatinan terkait tindakan brutal polisi dalam mengamankan lockdown di Filipina.
Lebih dari 30 ribu orang telah ditahan karena melanggar jam malam dan karantina, yang masih akan berlangsung paling tidak selama dua minggu lagi.
Masalahnya, menurut sebuah kelompok HAM, beberapa petugas melakukan tindakan terlalu berlebihan ketika menerapkan aturan yang ada.
Organisasi Human Rights Watch mengecam hukuman yang diberikan kepada mereka yang melanggar aturan 'lockdown'.

"Sebagai contoh, kita lihat ada polisi lokal yang memasukkan pelanggar aturan ke kandang anjing atau peti mati." kata Carlos Conde dari Human Rights Watch kepada ABC.
Sejauh ini Human Rights Watch (HRW) sudah menemukan lima kasus di mana orang dimasukkan ke dalam kandang anjing.
Filipina menjadi salah satu negara yang menerapkan aturan paling ketat berkenaan dengan virus corona
- Penangkapan Duterte Munculkan Kritik Terhadap Rezim Marcos Jr
- Dunia Hari Ini: Mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte Ditangkap di Bandara
- Go Global! UMKM Binaan Pertamina Sukses Ekspor Perdana Madu dan Teh ke Filipina
- 6 Alasan Wapres Filipina Dimakzulkan: Konspirasi Bunuh Presiden hingga Pimpin Demo
- Thailand vs Filipina: Final Ideal atau Raja Baru?
- Filipina vs Thailand: Penantian 52 Tahun The Azkals