Menguat, Keinginan PKS Keluar dari Koalisi
Rabu, 22 Mei 2013 – 17:05 WIB
JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah, mendorong partainya keluar dari koalisi pendukung pemerintahan SBY-Boediono. Hanya saja diakui, tetap bergabung atau keluar dari koalisi, merupakan hak partai secara organisasi untuk memutuskannya.
"Saya ingin sekali partai ini keluar dari koalisi. Saya termasuk yang memprotes cara kepemimpinan SBY. Tapi ada kewenangan yang lebih tinggi. Itu pendirian saya pribadi," ujar Fahri di DPR, Jakarta, Rabu (22/5).
Sementara itu anggota Majelis Syuro PKS, Refrizal mengatakan, tidak hanya Fahri saja yang berpendapat seperti itu. "Saya kira di daerah banyak yang berpendapat kayak Pak Fahri," ucapnya.
Namun demikian menurut Refrizal, itu merupakan kewenangan dari Majelis Syuro. Prinsipnya sambung dia, saat ini partai yang dipimpin Anis Matta itu masih tergabung dalam koalisi.
JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah, mendorong partainya keluar dari koalisi pendukung pemerintahan
BERITA TERKAIT
- Wahai Honorer Lulus PPPK 2024, Senyum dong, Ini soal Gaji Perdana
- Kabar Gembira untuk Honorer Tua Gagal PPPK 2024 Tahap 1
- BMKG Pantau Bibit Siklon Tropis 97S, Wilayah Ini Wajib Waspada
- 5 Berita Terpopuler: Ide Terobosan Baru soal Seleksi PPPK, Hapuskan Diskriminasi di UU ASN, 90 Ribu Honorer Bakal Menggugat
- Seluruh Honorer Pelamar Seleksi Tahap 2 jadi PPPK Paruh Waktu, Waduh
- Sudah Ada Kepastian Besaran Gaji PPPK Paruh Waktu, Tanpa Tunjangan