Mengunjungi Hua Qiao Xin Cun, 'Kampung Indonesia' di Xiamen, Tiongkok
Disambut Lagu Cucak Rowo serta Madu dan Racun
Selasa, 02 Oktober 2012 – 00:02 WIB

RINDU TERPENDAM: Warga kampung Hua Qiao bercengkarama di depan warung. Foto : Rukin Firda/Jawa Pos
Tidak sedikit pula yang menjajakan makanan-makanan khas Indonesia tempo dulu. Misalnya, lapis, onde-onde, atau pastel kering. "Kami masih suka memasak masakan-masakan Indonesia," tutur Kepala Biro Pariwisata Hua Qiao Xin Cun A Tek.
Sebuah restoran yang cukup besar berdiri di dekat ruko tadi. Rumah makan dengan dominasi warna merah itu diberi nama Rumah Makan Pulau Bali.
Sebelum meninggalkan perkampungan tersebut, Jawa Pos singgah di restoran lain yang lokasinya berada di antara rumah-rumah warga. Menu yang disajikan memang khas Indonesia.
Saat itu, Jawa Pos disuguhi menu kari ayam, gado-gado, dan pepes ikan. Rasanya sedikit berbeda. Kuah kari ayamnya begitu kental. Sementara itu, bumbu gado-gadonya masih sangat kasar sehingga lebih terasa seperti lontong pecel.
Para bekas perantau Tiongkok ke Indonesia di Kampung Hua Qiao Xin Cun, Xiamen, mengobati kekangenan mereka pada Indonesia lewat lagu, makanan, atau
BERITA TERKAIT
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global
- Kaya Susah
- Perang Listrik
- Banyak Pebulu Tangkis Indonesia Tumbang di 16 Besar All England, Tiongkok Masih Mendominasi